SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
SMA PANGUDI LUHUR ST. YOSEF - Jl. L.U. Adisucipto (Jl. Kelengkeng No. 1) Surakarta  Telp/Fax. 62-271-710795
Rabu, 15 Agustus 2018  - 4 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


24.04.2018 08:05:08 50x dibaca.
BERITA
Donor Darah, siapa takut!

 

Pernyataan “menolak,” dari seseorang saat ditawari untuk diajak donor darah, acapkali terjadi. Namun apa yang digendakan tahunan dari OSIS SMA PL Santo Yosef Surakarta, tiada lagi hal yang menakutkan. Seperti halnya saat aksi kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan hari Kartini (21/4/18) ditawarkan kepada wakil kepala sekolah bagian kurikulum, Ag. Budi Santoso “ donor darah, siapa takut,” ucapnya.

Merasa takut yang berlebihan karena melihat jarum suntik yang menancap di lengan, bukanlah hal yang mengerikan. Begitu juga saat pernyataan masalah kondisi perawakan yang kurus bukan jaminan tidak layak bukanlah pernyataan. Karena dari beberapa guru dan karyawan yang berani donor darahpun cukup langsing seperti petugas Tata Usaha (TU), Yasinta Riajeng yang tanpa takut bersama pendonor lainnya. Maka slogan, donor darah siapa takut layak digelorakan terus menerus. Karena dengan donor darah akan membantu menyelamatkan jiwa seseorang.

Dalam kegiatan donor darah di hari Kartini, diperoleh sebanyak 46 kantong dari 50 kantong yang disediakan olah Palang Merah Indonesia (PMI). MUlai dari Ke[ala Sekolah,  guru, siswa, karyawan dan alumnus terlibat. “Karena sesuai surat yang dilayangkan ke PMI dinyatakan bahwa pendaftar sementara baru 40 orang, meski kenyataanya yang terlibat melebihi target, “ ucap Defosa selaku admin kegiatan.

Pengambilan darah dilakukan oleh dua orang aftap yaitu Ayu Putri PDH dan Nuruf Faria. Dan pemeriksaan dilakukan oleh dokter RM Bimo Prasetyo dan tim ini diantar oleh Suraji sebagai Sopir. Tim dari PMI sebenarnya sudah siap sejak pukul 08.00 WIB, namun pelaksanaan aksi baru dilakukan pukul 09.00 WIB dikarenakan menunggu selesainya perayaan misa kudus.

Menjadi pengalaman tersendiri bagi FX Triyas Hadi Prihantoro selaku waka Humas saat aksi ini. Karena baru pertama kali ini pengambilan darah dilakukan sebanyak tiga kali (dua kali ditangan kanan dan satu kali ditangan kiri). Begitupun harus berpindah tiga tempat pengambilan dan harus dilayani oleh dua aftap. Pasalnya proses jalannya darah lambat maka dengan senang hati, tiga kali pengambilan awal dirasakan dengan penuh suka cita. “ donor darah, tiga kali pengambilan dari aliran darah hal yang lumrah. Siapa takut!” ucapnya.

 

JN 2018








^:^ : IP 54.198.195.11 : 2 ms   
SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
 © 2018  http://styosef.pangudiluhur.org/