SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
SMA PANGUDI LUHUR ST. YOSEF - Jl. L.U. Adisucipto (Jl. Kelengkeng No. 1) Surakarta  Telp/Fax. 62-271-710795
Jumat, 19 Januari 2018  - 1 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


16.12.2017 07:38:16 22x dibaca.
BERITA
Rekoleksi Guru dan karyawan

Perayaan pelindung para bruder Fratrum Immaculate Concepcionis (FIC), juga sebagai pelindung Yayasan Pangudi Luhur (YPL). Maria dikandung tidak bernoda yang jatuh setiap tanggal 8 desember Untuk tahun 2017, YPL perwakilan Surakarta dilaksanakan perunit sekolah baik tingkat TK/SD/SMP dan SMA. Hal ini dilakukan atas kebijakan Kepala YPL perwakilan Surakarta, bruder Herman Yosef Kwat FIC.

Maka perayaan yang biasanya dikemas bersama dengan unit sekolah lain dalam kebersamaan saat ini dilakukan mandiri. Biasanya para guru karyawan dari unit berkumpul jadi satu.  Tahun 2017 bersama para peserta didik, peringatan dengan misa kudus sekaligus perayaan.  Jadi bernuansa lain karena masing masing unit melaksanakan secara mandiri. Unit kerja SMA Pangudi Luhur  Santo Yosef Surakarta memanfaatkan kegiatan ini dengan rekoleksi bagi guru dan karyawan setelah misa bersama dengan peserta didik yang dipimpin oleh Romo Antonius Budi Wihandono Pr.

 Dalam perayaan misa mengambil tema “ Bunda Maria sebagai teladan hidup orang beriman dan spiritualitas guru dan karyawan katolik. ” Romo Budi menekankan pada pesan bahasa latin Per Aspera  ad Astra ( melalui kesulitan menuju bintang). Bahwa perbagai jalan harus dilalui untuk sukses, seperti saat belajar di sekolah. Seperti diceritakanya pengalaman masa kecil yang harus sekolah berjarak kurang lebih 7 km dan berjalan kaki. “ dengan perjuangan dalam segala hal akan membentuk mental meski mengalami kesulitan dan tidak akan mengubah tekad. Maju tidaknya Negara tergantung mental warganegaranya,” ucap Romo Kevikepan Surakarta saat homily.

Sedangkan rekoleksi kepada guru dan karyawan SMA PL Santo Yosef Surakarta, sebanyak 60 orang. Tema yang diambil adalah “Spiritualitas Guru dan Karyawan Pangudi Luhur.” Mengutip visi dan misi YPL, segalanya dikupas tuntas dengan berbagai contoh aktual. Dikatakannya bahwa guru sekarang berbeda dengan guru lampau. Maka belajar dari visi dan misi YPL, mendidik menjadi orang berkualitas tinggi harus penuh usaha dan pendampingan berkualitas tinggi.

Maka menjadi seorang guru di Yayasan katolik diharapkan mengedepankan budi pekerti.  Paling tidak memberi pendidikan dan pengajaran situasional, seperti saat dia menjadi pendamping para seminaris di Magelang. Saat anak seminari protes merasa di didik seperti dipenjara, maka dibuktikan dengan menghantar  hidup dipenjara yang sesungguhnya. Dengan aplikasi riil menjadikan setiap anak tidak hanya berbicara tanpa mengalami sendiri.

Ada pesan ibunya yang dalam perlu disampaikan “ yen kowe entuk rejeki ora ngopo-ngopo di bagekke wae ( bia dapat rejeki karena tidak usaha lebih baik dibagikan segera).” Pesan ini membuat kita semakin peka dan wajib berusaha. Maka sebagai guru wajib memahami prinsip hidup  “ dalam pendidikan sebaik apapun kalau tidak bisa  membahagiakan orang lain adalah kegagalan,” pungkas Romo di Gereja Santa Maria Regina Purbowardayan ini.

hans








^:^ : IP 54.82.29.141 : 2 ms   
SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
 © 2018  http://styosef.pangudiluhur.org/