SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
SMA PANGUDI LUHUR ST. YOSEF - Jl. L.U. Adisucipto (Jl. Kelengkeng No. 1) Surakarta  Telp/Fax. 62-271-710795
Selasa, 23 Oktober 2018  - 2 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


12.10.2011 07:21:25 871x dibaca.
BERITA
RETRET kelas XII 2011

Masih nggak punya tujuan hidup? Ah itu udah basi !

 

 

            Pagi yang cerah. Saatnya siswa-siswi kelas XII yang tergabung dalam gelombang II retret 2011 bersiap untuk menuju ke lokasi. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, retret ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama yang terdiri dari kelas XII IS 1, XII IS 4, XII IA 1, dan XII Bahasa berangkat terlebih dahulu di hari Jumat, 9 September 2011 dan kembali lagi hari Minggu, 11 September 2011. Di hari yang sama dengan kepulangan gelombang I, gelombang II yang terdiri dari kelas XII IS 2, XII IS 3, dan XII IA 2 berangkat ke lokasi retret di Wisma Shallom, Bandungan.

            Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam dengan memakai 2 bus dan 1 mobil milik sekolah. Walaupun di perjalanan untuk keberangkatan gelombang II ada sedikit masalah, tapi rombongan berhasil sampai di rumah retret tepat waktu. Sampai di sana, kesan pertama yang muncul adalah, “Wow, dingin.” Kedatangan rombongan gelombang II tersebut langsung disambut hangat oleh peserta gelombang I yang sudah bersiap pulang. Banyak sekali yang terlihat bahagia ketika bisa bertemu teman-teman lagi setelah berpisah selama tiga hari. Tidak sedikit yang saling berpelukan dan menceritakan pengalamannya selama retret. “Udah, kamu nggak usah khawatir, di sini makanannya enak kok!”

            Kegiatan pertama adalah menuju kamar masing-masing. Sekilas terlihat rumah retret ini memiliki banyak kamar yang berjajar-jajar seperti rumah sakit. Kamar-kamar yang disediakan cukup nyaman untuk ditempati dan suasana juga sangat mendukung untuk bisa merasakan lagi nikmatnya hidup ini. Setelah menaruh seluruh barang bawaan ke kamar masing-masing, makan siang dibagikan dalam bentuk nasi kotak.

            Retret dibuka dengan ibadat sore di kapel rumah retret di lantai teratas. Di sana, seluruh peserta retret diajak untuk masuk dalam suasana hening dan merenung memeriksa kondisi batin masing-masing. Dengan tujuan untuk memastikan, sudah siapkah hati ini untuk menyambut perubahan? Permenungan singkat itu dipimpin oleh Bruder Valent, dibantu oleh Bruder Blasius, dan Bruder Christ yang ketiganya dari kongregasi FIC dan juga seorang suster bernama Suster Juli.  

            Sesi pertama adalah pengenalan diri sendiri dan tujuan hidup ini. Untuk setiap sesi dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan nomor absen. Pada sesi ini, seluruh peserta retret diajak untuk melihat ke dalam diri sendiri. Siapa saya? Siapa Tuhan buat saya? Apa tujuan hidup saya? Serta mau ke mana saya akan mengarahkan hidup saya setelah ini?

Sayang sekali, ternyata sebagian siswa itu sendiri malah belum mengerti apa tujuan hidup mereka. Namun, tidak perlu khawatir, karena akan ada banyak waktu yang disediakan di rumah retret untuk belajar memaknai semuanya dan pada akhirnya tujuan hidup pun akan bisa ditemukan.

Hari pertama selesai. Para peserta retret tidak begitu saja langsung meninggalkan permenungan lho, harus ada refleksi dan doa setiap akhir sesi. Tujuannya adalah adalah untuk melihat sudah sejauh mana masing-masing pribadi berkembang.

Hari kedua. Masih diselimuti oleh cuaca cerah dan kondisi diri yang bahagia. Setelah sarapan, para siswa kembali menuju ke bagiannya masing-masing untuk mengikuti sesi sejarah hidup. Sesi apakah itu? Pada sesi tersebut, para peserta retret diminta mengingan-ingat kembali kejadian-kejadian paling berperngaruh di setiap tahunnya, entah itu kejadian suka maupun kejadian duka. Setiap kejadian tersebut lalu diberi poin antara minus 10 sampai 10, poin plus untuk kejadian bahagia dan poin minus untuk kejadian pahit. Kejadian-kejadian itu dimasukkan dalam suatu diagram, lalu poin-poin dari setiap kejadian dijumlahkan. Hasilnya? Para peserta retret dapat menyimpulkan bahagiakah perjalanan hidup mereka? Atau malah menyedihkan? Sebagian besar peserta ternyata mengalami banyak kebahagiaan dalam hidupnya, tapi sebagian lain mengaku bahwa hidup mereka sungguh menyedihkan. Pelajaran yang dapat diambil dari sesi ini adalah ‘Bahagia itu pilihan’. Intinya, seberapa besar kebahagiaan atau kesedihan yang nantinya akan dialami itu semua tergantung kepada pribadi masing-masing.

Kegiatan berikutnya adalah kegiatan yang paling ditunggu-tunggu. Outbond. Peserta retret kembali dibagi dalam kelompok. Kali ini ada enam kelompok yang tiap kelompoknya berisi sekitar 15 peserta campuran dari kelas yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis kompetisi dan permainan di sana. Yang paling menarik adalah kompetisi saat setiap kelompok diminta untuk membuat suatu ikatan dari apa yang ada pada dirinya. Yang terpanjang adalah pemenangnya. Karena besarnya ambisi untuk jadi pemenang, semua benda yang dipakai seperti kalung, gelang, kacamata, kaos, bahkan celana pun dilepas untuk saling dihubungkan, terakhir setiap orang akan saling berpegangan tangan dalam posisi tiarap di atas tanah.

Permainan yang paling menantang lainnya adalah merayap dan berjalan di atas seutas tali tambang yang dibawahnya adalah kolam keruh, seperti yang sudah banyak dikenal dalam permainan outbond pada umumnya. Yang takut dan tidak siap mental, otomatis akan langsung terjatuh masuk ke dalam kolam. Kolamnya lumayan dalam lho.

Setelah outbond berakhir, seluruh peserta membersihkan diri masing-masing dan mengikuti sesi selanjutnya yaitu menonton film berjudul ‘The Blind Side’ yang bercerita tentang perjuangan seorang atlet American Football yang terkenal. Ssstt.. ternyata, karena kelelahan setelah outbond, banyak lho para peserta yang memilih tidur saat film diputar.

Aktivitas terakhir di hari kedua adalah renungan malam. Seluruh peserta dibawa masuk ke dalam suasana hening lagi dan sesekali diputarkan cuplikan film penyaliban Yesus. Tidak sedikit juga yang menangis pada sesi ini karena merasa tersentuh. Renungan ditutup dengan menuliskan supucuk surat kepada Tuhan yang berisi semua curahan hati dan komitmen ke depan yang akan dijalankan.

Hari terakhir dibuka dengan jalan-jalan berkeliling area rumah retret melewati perkampungan dan hutan bambu. Medan yang dilalui cukup menantang, tapi pemandangan yang disajikan juga sangat menyenangkan. Sayang sekali, pada kegiatan ini, ada seorang siswa yang terpaksa dipulangkan kembali ke rumah retret duluan karena pingsan di tengah jalan. Namun pada akhirnya seluruh peserta bisa kembali ke rumah retret dengan selamat.

Kegiatan selanjutnya adalah ibadat tobat bagi yang beragama Katolik, sedangkan peserta lain yang non Katolik dikumpulkan dalam satu ruangan untuk sesi tersendiri. Setelah seluruh aktivitas selesai, dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang merupakan Ekaristi penutup dari serangkaian kegiatan retret ini.

Seluruh peserta pulang dan bersiap menjalani rutinitasnya kembali dengan jiwa dan semangat yang baru. Beberapa dari mereka berkata sambil tersenyum, “Yah.. kok pulang tho? Ealahh, besok sekolah lagi. Padahal  enak di sini lho. Bruder, gimana kalau retretnya diperpanjang lagi? Hehehehe.”

Paulus, seorang siswa dari kelas XII IS 2 mengungkapkan harapannya setelah menjalani retret, “Semoga aku bisa lebih meningkatkan pendekatan diriku dengan Tuhan supaya bisa semakin termotivasi untuk jadi lebih baik dan bisa membanggakan orang tua.”

Baik, demikianlah cerita singkat retret 2011. Mohon doa ya, semoga angkatan ini bisa lulus 100% dengan sangat memuaskan. Terima kasih.

(Maria Putri Rosari XII IA 2)








^:^ : IP 54.224.56.126 : 2 ms   
SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
 © 2018  http://styosef.pangudiluhur.org/