SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
SMA PANGUDI LUHUR ST. YOSEF - Jl. L.U. Adisucipto (Jl. Kelengkeng No. 1) Surakarta  Telp/Fax. 62-271-710795
Rabu, 18 Juli 2018  - 2 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


09.05.2018 09:23:58 68x dibaca.
BERITA
SBMPTN di SMA St. Yosef

 

 

Keterbatasan fisik tak menghalangi para peserta difabel untuk ikut berebut kursi mahasiswa dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Dengan semangat membara, mereka berjuang agar bisa mengenyam pendidikan di universitas prestisius. Seperti yang dilakoni peserta difabel SBMPTN di Solo, Jawa Tengah.

Nadia Putri Prasukma adalah siswi tunadaksa yang juga mengalami kelainan kemampuan motorik. Ia berangkat dari rumahnya di Salatiga dengan ditemani kedua orang tuanya, Suprapto (45) dan Dwi Sukma (42), pagi tadi sekitar pukul 06.30 WIB.

Sesampainya di lokasi ujian SBMPTN 2018 di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Solo, gadis lulusan SMA YPAC Surakarta itu langsung menunggu di selasar sekolah. Ia duduk di atas kursi roda dengan didampingi kedua orang tuanya. Wajah tegang pun terlihat ketika menanti bel berbunyi tanda masuk ruang ujian.

Setelah bel berbunyi, kursi roda yang dinaiki Nadia langsung didorong oleh kedua orang tuanya menuju ruangan ujian di ruang khusus. Setelah tiba di dalam ruangan, ia pun bangkit dari kursi roda untuk berganti duduk di kursi kayu.

Ada dua pengawas, KRH Dony dan Hendra yang menunggu ujian peserta tunadaksa di ruang Guru BP itu. Mereka dengan penuh kesabaran membantu persiapan Nadia untuk melakoni ujian pada hari pertama ini.

Dalam menghadapi SBMPTN, Nadia mengaku telah mempersiapkannya usai ujian nasional selesai. Selain belajar, ia juga khusyuk berdoa untuk menghadapi ujian ini.

"Saya sudah siap untuk mengerjakan ujian ini. Saya sudah belajar dan berdoa. Semoga lancar mengerjakan ujiannya," kata dia dengan terbata-bata di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef, Solo, Selasa (8/5/2018).

Untuk SBMPTN ini, Nadia mengaku memilih jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Luar Biasa (PGSDLB) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta. "Saya mengambil jurusan PGSDLB karena  ingin menjadi guru SLB," harapnya.

Menurut orang tua Nadia, Suprapto, niat putri satu-satunya untuk mengikuti ujian SBMPTN sudah bulat. Bahkan, semua proses registrasi hingga pembayaran untuk mengikuti ujian tersebut diurusnya sendiri saat masih tinggal di asrama YPAC Surakarta.

"Semuanya dilakukan sendiri, mulai dari daftar, bayar hingga nge-print kartu pesertanya. Dia melakukan semuanya itu di Solo karena kalau di Salatiga takutnya jaringan internetnya jelek karena rumahnya di desa," katanya.

Berbagai persiapan untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri telah dilakukan sejak lama. Bahkan, dia mengungkapkan, setiap harinya mulai dari pagi hingga malam hari selalu belajar tentang materi soal ujian SBMPTN.

PUML 44 di SMA PL Santo Yosef jumlah peserta sebanyak 480 peserta terbagi dalam 24 ruang. “ Dari keseluruhan peserta tidak hadir 44 peserta jadi total yang yang ikut seleksi sebanyak 434 peserta termasuk satu peserta tuna netra dan dua peserta tuna daksa,” ujar Agustinus Budi Santoso selaku sekretaris Panitia lokal.

 

Fajar abrori-liputan 6








^:^ : IP 54.81.254.212 : 2 ms   
SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
 © 2018  http://styosef.pangudiluhur.org/