SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
SMA PANGUDI LUHUR ST. YOSEF - Jl. L.U. Adisucipto (Jl. Kelengkeng No. 1) Surakarta  Telp/Fax. 62-271-710795
Selasa, 17 Oktober 2017  - 2 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


24.04.2017 20:34:50 248x dibaca.
BERITA
Seminar CTT

 

Menjadikan lulusan yang berkarakter dan mampu menempatkan diri sesuai kompetensi yang dimiliki. OSIS SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta menyelenggarakan Seminar CTT (Comprehensive Talent Test) di Hotel Adhiwangsa, Sabtu (22/4/17). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu peserta didik dan orang tua agar tidak salah memilih jurusan di SMA.

Sebagai pembicara seorang pakar pendidikan dari Singapura Ir. Drs. Djohan Yoga, M.Sc., MoT., Ph.D. Selama dua hari motivator lulusa ITB 1989 teknik kimia ini bersama mendampingi. Karena satu hari sebelumnya, bersama siswa kelas XII, dilanjutkan dengan para guru di lingkungan sekolah.

Khusus di lingkungan SMA menyampaikan hasil dan evaluasi dari hasil test CTT yang dilakukan oleh peserta didik dan guru satu bulan sebelumnya. Dikatakan saat evaluasi bahwa terjadi kekurang sinkronisasi kemampuan untuk siswa jurusan IPA. “ ini sebagai akibat di Indonesia terjadi sakralisasi ranking dan jurusan,” ujar trainer 9 (Sembilan) negara ini.

Kepala Sekolah, Br. Stefanus Ngadenan S.Pd. FIC., saat memberikan sambutan mengatakan bahwa CTT merupakan hal yang baru, karena yang kita kenal biasanya hanya test IQ (intelegent Quitetion).  “ kurtilas menuntut anak SMP memilih jurusan yang tepat, dengan CTT akan mengubah mindset (pola pikir) dalam meilih jurusan yang cocok dan tepat,” tandasnya.

Dalam seminar CTT sendiri diikuti kurang lebih 70 peserta dari berbagai kalangan. Baik guru, orang tua siswa, guru BP SMP dan SMA seSolo raya serta sekolah Pangudi Luhur di Jawa Tengah. Mereka hadir karena CTT bernilai strategis untuk menentukan kompetensi yang lebih baik.

Seperti yangdi tanyakan Suster Agnes PMY., saat harus berjibaku memberikan pembimbingan kepada peserta didiknya di SMP PL Wedi Klaten. Mengenai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), apakah tidak membatasi kecerdasan anak? “ KKM seolah membohongi diri karena tidak sesuai realita kemampuan dan kecerdasan anak, maka memahami talenta anak secara komprehensif penting dan harus ?” jawab Djohan Yoga.

Sedangkan Harapan Dra Natalia Prapti Nurhayu, guru BP dari SMP PL Ambarawa untuk mendapatkan test CTT pupus. Karena sejauh dari 3 test dalam CTT yang sudah diberikan ke anak baru 2 macam tentang kecenderungan otak kanan/kiri dan kebiasaan belajar tetapi yang mengungkap 8 talenta. “  Harapan mendapat test tentang multiple Intelegences dengan 80 item pupus karena endingnya adalah ajakan/tawaran untuk mengikuti test CTT tersebut, sehingga “oleh-oleh” untuk siswa tidak jadi. Namun terimakasih telah disegarkan kembali,” tandasnya.

Hans








^:^ : IP 54.224.155.169 : 2 ms   
SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
 © 2017  http://styosef.pangudiluhur.org/