SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
SMA PANGUDI LUHUR ST. YOSEF - Jl. L.U. Adisucipto (Jl. Kelengkeng No. 1) Surakarta  Telp/Fax. 62-271-710795
Selasa, 04 Agustus 2020  - 3 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


14.01.2015 12:17:55 636x dibaca.
BERITA
Seminar kesehatan mental

Kelas X (sepuluh) SMA Pangudi Luhur Santo Yosef Surakarta mengikuti seminar yang bertema kesehatan mental remaja. Kegiatan yang dilaksanakan di aula sekolah, Rabu (17/12/14) menghadirkan tim psikologi dari Universitas Kristen Satya Wacana salatiga. Dody Hendro M.Psi dan Linda S.Psi.

Menurut bu Agustin selaku penanggung jawab, kegiatan ini dilakukan guna membekali siswa kelas X untuk siap berbaur dengan teman barunya sebaya agar tidak salah pergaulan. “ Menjadikan siswa berkembang kea rah yang positif sesuai perkembanganya,” ujar guru BK ini.

Seperti diungkapkan oleh Dodi M.Psi, Manusia terdiri dari raga dan jiwa. Raga berkaitan dengan tubuh, sedangkan jiwa (mental) berkaitan dengan nyawa, roh.  Apa itu Kesehatan Mental?  Kesehatan yang berkaitan dengan kondisi jiwa seseorang.

Pribadi yang normal dengan mental yang sehat berarti Berperilaku serasi, dan bisa diterima masyarakat, sesuai norma sehingga dapat terjalin hubungan interpersonal yang baik.” Sedangkan pribadi yang normal dengan mental yang tidak sehat, berarti  Selalu diliputi banyak konflik batin, jiwanya miskin, tidak stabil, tidak punya perhatian pada lingkungan sekitar, terpisah hidupnya dari masyarakat, dan selalu merasa gelisah,” ucap dosen Fakultas Psikologi ini.

Oleh karena itu tipe remaja awal usia 13-17 tahun sering mengalami masa badai. Meliputi konflik dengan orang tua, gangguan suasana hati dan cenderung tingkah laku yang berfesiko. “suasana hati bisa menyenangkan dan juga bisa menyedihkan yang menjadikan galau, maka perlu mengantisipasinya,” ujar Linda S.Psi. ,lebih lanjut.

Seminar  semakin menari saat lahir banyak bertanyaan dari siswa maupun siswi. Seperti ditanyakan Dita siswa kelas X Mia 3, yang menanyakan susahnya membandingkan dengan orang lain. Dijawab oleh Dodi bahwa kita harus tahu kelebihan dan kelemahan orang lain. “kita harus menyadari dan memahami hakikat manusia lain,” ujarnya.

Sedangkan Bagus (X Bahasa) menanyakan factor yang mempengaruhi turunya mental karena dibeda-bedakan oleh guru. Dijawab olah Linda, bahwa itulah salah satu kelemahan pendidikan di Indonesia. “pendidikan guru di Indonesia sering tidak diimbangi oleh pendidikan psikologi. Oleh karena itu guru harus lebih banyak belajar mengertyi,” tandasnya.

(David. JN)

 

 








^:^ : IP 18.204.229.70 : 2 ms   
SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
 © 2020  http://styosef.pangudiluhur.org/