SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
SMA PANGUDI LUHUR ST. YOSEF - Jl. L.U. Adisucipto (Jl. Kelengkeng No. 1) Surakarta  Telp/Fax. 62-271-710795
Rabu, 15 Agustus 2018  - 4 User Online  
BERANDABUKU TAMUHUBUNGI KAMI 


09.11.2011 12:06:36 973x dibaca.
BERITA
Wayangan "Banjaran Gatotkaca"

Wayangan semalam suntuk mengambi lakon “ Banjaran Gatotkaca,” dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2011 mulai jam20.00 WIB di Plasa Sriwedari Surakarta. Kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum sebagai tanda kasih atau persembahan SMA Yosef bagi masyarakat Solo.

Sebelum pagelaran siswa-siswa pegiat keroncong SMA PL Santo Yosef tampil dengan menyumbangkan beberapa buah lagu. Tampilnya keroncong siswa membuktikan bahwa budaya local sangat di uri-uri oleh SMA Yosef sejalan dengan slogan Solo kota keroncong.

Untuk acara wayangan awal cerita dengan dalang Ki Br. Frans Sugi FIC., dilanjutkan Ki Enthus Susmono. Pendukung lain adalah Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Begug Purnomosidi (mantan Bupati Wonogiri) dan Marwoto.

Dalang  fenomenal Ki Enthus Susmono dari Tegal merupakan dalang nyleneh.  Karena tidak mengenakan beskap seperti dalang  ragam gaya Yogya maupun Surakarta. Dan dia merasa bangga mendapat tanggapan (kerjaan) dari SMA Yosef yang merupakan sekolah Katolik. “Berarti  menjadi bentuk  awal yang baik dari pluralisme dan toleransi . Dan kerukunan antar umat beragama dan masyarakat sudah menjadi kewajiban,” ucapnya saat berorasi sebelum tampil.

Menurutnya Bapak Pluralisme yang juga Guru Bangsa itu adalah Gus Dur. Yang patut diteladani dalam upaya ikut menjaga kerukunan bangsa yang multietnik, multi agama dan muti ras. “Hidup dalam kebhinnekaan dan hidup bersama inilah yang sedang dicontohkan dalam pagelaran ini,” lanjut Enthus.

Kepyak wayang dalam sajian kontemporer gaya Enthus sangat menarik perhatian.  Ragam gending iringan yang diluar alur pathet enem, sanga dan pathet manyura, bahkan  lagu garapan bertema Sumpah Pemuda hadir paling awal menggetarkan Plasa Sriwedari.

Selama wayangan alumni yang hadir bisa berbincang-bincang dalam tajuk “sarasehan alumni” untuk ikut memikirkan masa depan almamater. Karena disini disediakan oleh Panitia beberapa warung HIK yang gratis bagi penonton.

Bahkan saat Dalang Ki Begug Purnomosidi tampilpun rasa lain pagelaran wayang ini sangat terasa. Dalam kesempatan ini FX Hadi Rudyatmo (wawali Surakarta) diminta maju untuk duet dengan Aria Bima (alumni ) sekaligu sebagai anggota DPR RI.  Tampil dalam “limbugan” saling menceritakan pentingnya nguri-uri budaya lokal.

Seperti halnya SMA Pangudi Luhur Santo Yosef dalam acara Pesta 60 tahun berani menyajikan wayangan semalam suntuk untuk masyarakat. “ Sebuah pesan moral bagi insane pendidikan (sekolah) untuk  tidak ragu ragu lagi untuk menyajikan wayangan demi menghormati dan mencintai busaya sendiri,” ucap Begug.

Acara semakin menarik dan ramai saat Marwoto (pelawak Yogyakarta) juga ikut  tampil. Segala sindiran dan saling argumentasi antara dalang “tiban” dan Enthus.  Sebelum akhirnya lakon Banjaran Gatotkaca kembali dilanjutkan oleh dalang nyentrik ini. (han)








^:^ : IP 54.198.195.11 : 2 ms   
SMA PL ST. YOSEF SURAKARTA
 © 2018  http://styosef.pangudiluhur.org/